Nala

 "Hanya karena kamu punya uang, bukan berarti kamu punya segalanya.


Kamu mungkin bisa beli apapun yang kamu mau.
Tapi inget, kamu juga bisa kehilangan apa yang udah kamu punya."

"Maksudnya?"

"Kesehatan mu, keluarga mu, teman-teman dan sahabat mu. Atau bahkan dirimu sendiri.

Berapa kali dalam seminggu kamu lembur, pulang malam dan begadang?
Seberapa sering kamu ngobrol dengan kedua orangtua mu belakangan ini?
Berapa banyak kabar teman-teman mu yang kau abaikan?
Seberapa jauh kamu sudah mengenal diri kamu sendiri?

Tanya lagi, apa benar ini semua sudah membuatmu merasa bahagia?
Atau kamu mencari kebahagiaan dengan melakukan ini?
Atau, kamu hanya berpura-pura sibuk agar terlihat lebih sukses dan bahagia di mata orang?

Coba sesekali bertanya sama diri sendiri,
Apa ini semua yang benar-benar kamu butuhkan?"

"Tapi aku melakukan semua ini kan juga demi mereka, aku mau membalas semua kebaikan orangtua ku, aku ingin membuatnya bangga kepadaku"


"Apa hanya uang yang bisa membuat orang lain bahagia?
Siapa tau mereka tidak membutuhkan uangmu.
Mereka hanya membutuhkan kehadiran mu, Nala.

Karena apa yang menurutmu mereka butuhkan, belum tentu mereka membutuhkan itu.

Aku senang melihatmu bertumbuh dewasa dan menjadi seseorang yang sukses, kamu banyak berubah dalam hal kebaikan, kamu hanya sedang lupa, kalau semakin kita mengejar dunia, semakin terasa kurang dan tak akan ada habisnya.

Sekarang kamu sudah mempunyai semuanya, lantas apa lagi yang sedang kamu cari?
Apa kamu sudah menikmatinya?

Menikmati dari semua hasil jeripayah mu itu?

Muda memang cuma sekali, tetap tua belum tentu terjadi. Maka, nikmatilah hari ini."


"Aku cuma mau buktiin ke Bunda kalo aku tuh bisa mas, aku mau banggain Bunda. Apa aku salah ngelakuin itu semua buat banggain mereka?"

"Kamu nggak perlu melakukan apapun, Bunda udah bangga punya kamu. Putri satu-satunya yang sekarang udah beranjak jadi wanita luar biasa. Kamu itu dari dulu udah jadi kebanggaan Bunda, Nal.
Apa Bunda pernah marah ketika nilai matematika mu selalu remedial?
Apa Bunda marah ketika kamu nggak pernah jadi juara kelas?"

*Nala menggelengkan kepalanya.*

"Enggak kan? Bunda malah bilang kalo kamu itu anak yang hebat. Karena apa? Karena kamu melakukan itu semua dengan jujur. Bunda nggak pernah menuntut kamu untuk mendapatkan nilai matematika 100, Bunda nggak pernah nuntut kamu harus jadi juara kelas, karena Bunda tau, mungkin hanya sampai disitu kemampuan mu.
Tapi ada satu didalam dirimu yang selalu Bunda banggakan, karena kamu itu anak yang baik Nal, anak yang jujur dan gigih.

Berapa banyak manusia yang pandai didunia ini Nal?

Mungkin kamu nggak akan bisa menghitungnya. Karena ilmu itu bisa di cari, tetapi pribadi yang baik dan tulus itu datangnya dari hati.
Dan kamu punya itu didalam dirimu Nal."


- Nala, putri bungsu yang sedang mencari jati dirinya-



https://www.wattpad.com/story/299234566?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=catatansibogel&wp_originator=MYWeQrOFZtx%2FhG0S8T%2FYGIeU%2B0iHsnTA1PJV%2FQk9TalRVFce3dysWb%2BnQHmgeuV%2BgGB7hwzCURYVUWMPr6Yuo40ViM9dTJr5nGMphGlb%2F%2FhnTCGHBqOTG77MVVk8Qj7n

Komentar