Wanda mencoba untuk mengatur nafasnya, dan memerhatikan sosok yang tak asing di hidupnya itu perlahan menghilang.
Kemudian
ia menyeka air matanya, dan memberanikan diri untuk membuka surat tersebut.
Dear
wanda,
Baca surat ini ketika kamu sudah pulih dari rasa sedih mu.
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan.
Dan
temukan aku kapanpun kamu siap.
Salam,
Ilham
Kemudian
ia segera menyimpan surat itu didalam tas nya.
**
Dear
Wanda,
Wan,
seandainya kamu tau bahwa sebenarnya aku jatuh cinta sejak detik pertama aku
melihatmu, mata cokelat yang selalu menjadi pemandangan kesukaanku itu , kini
tak lagi jadi milikku.
Wan,
mungkin sekarang aku sama seperti laki-laki lain yang ada di hidup kamu.
Mungkin
sekarang aku menghancurkan kembali semua kepercayaan kamu yang kamu bangun
bertahun-tahun lamanya.
Mungkin
kamu akan kembali percaya bahwa tidak ada satupun laki-laki di dunia ini yang dapat
menjaga hatimu secara utuh.
Wan,
seandainya kamu tau. Semenjak kamu hadir, hari-hari aku berubah menjadi lebih
berwarna.
Kamu
yang membuat aku penasaran setiap harinya,
dan aku senang ketika aku selalu menebak-nebak semua isi kepala kamu.
Aku
senang melakukan hal-hal sederhana bersama kamu.
Aku
senang ketika aku menikmati hujan bersama kamu.
Aku
senang sama semua hal yang kita lakukan wan. Kamu itu beda, kamu istimewa buat
aku.
Tapi
sebagaimana seorang perempuan yang ingin di mengerti, akupun sama.
Setiap
laki-laki butuh seseorang yang dapat ia jadikan sebagai rumah. Tempat bersandar
ketika ia lemah, dan telinga untuk mendengar segala keluh kesah.
Aku
butuh kamu, kamu sebagai tempat aku kembali pulang disaat aku lagi nggak
baik-baik aja.
Aku
butuh kamu yang bisa menguatkan aku.
Seorang
laki-laki pun diciptakan nggak selamanya untuk menjadi kuat dan baik-baik aja
wan.
Kita
semua sama.
Sama-sama
menopang beban yang semakin berat, tanggung jawab yang semakin besar, dan ujian
yang kadang datengnya nggak pernah kita duga.
Wan,
rasanya terlalu besar harapanku yang aku kasih ke kamu, sampai aku dibutakan
sama ekspetasiku sendiri.
Selama
ini aku berusaha untuk selalu ada buat kamu, turutin semua permintaan kamu, dan
menjadi apa yang kamu mau. Dan aku fikir setelah aku melakukan itu semua, aku
bisa jadi segalanya buat kamu.
Tapi
ternyata aku salah wan. Aku sadar untuk membahagiakan orang lain bukan dengan
cara menuruti semua permintaan orang tersebut. Terkadang ada hal-hal baik yang
sebenarnya nggak kita butuhkan. Karena bisa jadi, itu hanya yang terbaik buat
kamu. Tapi nggak buat aku. Nggak buat hubungan ini.
Semenjak
Ibu pergi untuk selamanya, aku semakin kehilangan diri aku sendiri.
Sampai
akhirnya ada seseorang yang datang nyelamatin aku ketika aku udah nggak sanggup
lagi untuk hidup. Ketika aku ingin mengakhiri semuanya, dia datang dan
menyadarkan aku bahwa aku masih layak untuk hidup di bumi, bahwa masih banyak
nikmat Tuhan yang dikasih ke aku. Dan aku berharap orang itu adalah kamu wan.
Tapi kamu dimana?
Disaat
aku hancur, kamu malah menjadi orang asing yang nggak lagi aku kenal.
Sampai
akhirnya ada orang lain yang datang menggantikan posisi kamu di hati aku.
Lama-lama
rasa itu hadir, entah kapan tepatnya. Tapi aku merasa nyaman sama dia.
Dulu
kamu pernah bilang kalau rasa itu Tuhan yang kasih, tapi tetap kita yang
kelola. Dan semakin aku berfikir tentang kamu, ternyata semakin pudar rasa itu
ke kamu.
Maafin
aku yang udah bikin kepercayaan kamu kembali hancur ya wan.
Aku
emang laki-laki bodoh yang amatir tentang perempuan. Dan kamu adalah perempuan
pertama yang pernah ada di hati aku. Mungkin sampai kapanpun aku nggak akan
bisa melupakan semua hal tentang kamu. Kamu istimewa, dan aku bangga padamu
wan.
Aku
putus asa dan nggak tau lagi harus mengirimi pesan ini kemana. Dan mungkin
pesan ini nggak akan pernah kamu baca, karena kamu yang udah terlanjur kecewa
sama aku.
Entah
akan dibaca atau tidak pun, itu hak kamu wan. Kamu berhak memputuskan apapun
yang ada dihidupmu.
Terimakasih
telah hadir di hidup aku wan,
Tetaplah
jadi Wanda yang yang baik, yang selama ini aku kenal.
Semoga
kamu selalu dilindungi oleh orang-orang baik dan semesta selalu bepihak sama
kamu.
Salam,
Ilham.
Sampai jumpa di cerita catatansibogel selanjutnya!
Sampai bertemu di Wattpad yaa!:)
Komentar
Posting Komentar