Dear my best (fri)end

 Teruntuk tanpa nama,


Teruntuk tokoh utama yang dari awal tak pernah ku sebut namanya.

Cukuplah aku mengagumi mu sampai disini.

Sengaja tak pernah ku sebutkan namamu kepada dunia.

Karena cukup aku yang hanya mengagumi mu saja.

Cukup aku yang menaruh namamu di dalam hati ini, untuk saat ini dan sampai nanti, yang akupun belum tau kapan akan berakhirnya.

Tetuntuk tanpa nama,

Tetuntuk tokoh utama yang selalu ada.

Aku tak bisa banyak bicara, aku tak pandai untuk berbicara sepertimu, bahkan untuk sekadar mengungkapkan apa yang sedang aku rasa pun aku tak biasa.

Aku tak pandai berbicara, aku hanya dapat berkata-kata.

Dan semua kata yang terdapat didalam tulisanku ini, ku persembahkan untuk dirimu.

Seseorang yang tak pernah dapat aku miliki.

Mungkin ini bukan akhir yang indah.

Namun aku yakin, ini adalah akhir terbaik yang pernah ada.

Karena sesuatu yang terbaik, tak harus berakhir dengan indah.

Akhir yang baik, terkadang dihasilkan dengan sesuatu yang tidak menyenangkan.

Tidak ada yang menang atau kalah dalam cerita ini.
Tidak ada pula yang benar atau salah dari semua tokoh nya.

Semua hanya bisa berjalan sebagaimana mestinya. Sesuai dengan kehendaknya.

Siapa yang bisa mengatur rasa yang hadir secara tiba-tiba?

Siapa pula yang bisa menahan rindu yang datang mesti tanpa kata?

Semua hanya dapat dinikmati sendirian. Meskipun ini semua membunuhku secara perlahan.


Tapi tak apa, mungkin hanya bagiku saja ini adalah part terberat, namun bagimu, mungkin ini adalah part terhebat.

Kini, sudah habis semua kata yang akan ku ungkapkan untukmu.

Lebih baik ku akhiri sampai disini saja.

Aku tidak berjanji untuk selalu ada,

Tapi satu hal yang kamu harus tau, aku tak pernah pergi.

Aku tetap ada disini, di tempat yang dapat kau temui, bahkan sesulit apapun keadaanmu saat ini.


Teruntuk tanpa nama, biar ku beritahukan. 
Aku bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta, namun ketika aku sudah terjatuh, aku akan jatuh sedalam dalam-dalam nya.

Seperti kisah ini. 
Seperti semua yang ada didalam cerita ini.


1/30 sudah selesai.
Cerita ini sudah berakhir sebagaimana mestinya.


Ku mulai tulisan ini tepat 30 hari sebelum menuju hari bahagia mu.
Semoga dapat menjadi hadiah terindah untuk dirimu, walau hanya aku yang dapat menikmati semua tulisan ini seorang diri.

Selamat berbahagia.
Dari aku yang selalu bahagia sejak detik pertama kau hadir.



Mulai detik ini, ku beranikan diri untuk membagi kisah ku tentang mu.
Mulai detik ini, kau tidak lagi ku nikmati seorang diri.
Dan mulai detik ini. Aku mengikhlaskan mu.

Aku pamit undur diri.

Dari aku yang selalu menganggumimu tuan, walau kau tak pernah anggap aku lebih dari sekadar teman.
Salam untuk peri kecilmu kelak.


Selamat membaca, selamat menikmati kisahnya.

Tuan....


https://www.wattpad.com/story/249885403?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=catatansibogel&wp_originator=pfZCmLRK7wqRhYUHp03TXMrjZeGlscmC%2FLcBADoDYU3aTfnpjCgSozLkTKzv8aN9WefCjjZjs2B0%2BniUR%2FaI%2FeNuqITePQCqcjocAFvKZe8WiXKoFA71pNYwkAqei8cE

Komentar