Aku
mencintainya yang mencintai orang lain.
Yang
tak lain adalah sahabatku sendiri.
Dan
kali ini aku dipukul mundur oleh keadaan.
Memilih
diam dan mememdamnya untuk selama-salamanya.
Biarlah
rasa ini hanya menjadi milik ku seorang.
Tak
apa, biar aku saja yang merasakan.
Karena
perasaan ini adalah perasaanku, yang akan menjadi tanggung jawabku seutuhnya.
Kau
tak perlu tau dan sampai kapanpun tak akan kuberi tau, bahwa jauh didalam
hatiku, sejak saat itu hanya ada namamu.
Hanya
ada dirimu yang tak pernah bisa digantikan oleh siapapun itu.
Seseorang
yang dulu selalu bersamaku, kini sepenuhnya telah menjadi milik orang lain.
Seutuhnya,
selamanya.
Walau
aku tau, didunia ini yang abadi hanyalah kematian, dan dunia ini hanyalah
sebuah titipan, tapi aku bersyukur karena Tuhan telah menitipkan rasa ini
kepadamu.
Kepada
seseorang yang telah mengajariku banyak
hal.
Seseroang
yang hingga detik ini belum ada yang mampu menggantikannya dihatiku.
Aku
berterimakasih kepada Tuhan karena telah mengenalkan aku dengan seseorang yang
memperkenalkanku akan banyak hal.
Salah
satunya adalah hal yang terberat dan tidak mudah untuk aku lakukan sekarang.
Yaitu
perihal melepasmu.
Mulai
detik ini, kamu ku lepas.
Namun
bagiku, kamu abadi.
.
Terimakasih
telah menjadi teman yang baik untuk ku, walaupun aku yang tak tahu diri ini
harus jatuh cinta diam-diam kepada seseorang yang menganggapku bahkan tak lebih
dari seorang teman.
Sebuah cerita yang hampir selesai.
Semoga suka, selamat membaca.
Komentar
Posting Komentar