Pahitnya sebuah perbandingan


Gimanapun bentuknya, yang namanya dibanding-bandingin itu nggak ada yang enak.

Yang menang, merasa terbebani karena harus menjadi contoh, dituntut untuk selalu sempurna, nggak boleh ada kesalahan sedikit pun, karena ia panutan.

Yang kalah pun terbebani, karena merasa segala sesuatu yang telah ia lakukan selalu nggak berarti.
Gak seperti dia yang selalu menang dan terlihat sempurna.

Mungkin ini akan selalu menjadi lingkaran setan yang nggak akan ada habisnya. Dilakukan terus secara turun temurun.

Sang kakak yang dibandingkan dengan adik.
Anak yang selalu dibandingkan dengan orang lain.

Mungkin maksudnya adalah agar kita semakin kuat dan terpacu untuk lebih baik.


Tapi nyatanya nggak gitu.


Nggak semua orang yang direndahkan akan memiliki keinginan untuk bangkit lebih baik.

Terkadang, seseorang yang direndahkan malah akan semakin jatuh dan terpuruk.


Sekali lagi, 
Gimanapun bentuknya, yang namanya dibanding-bandingin itu nggak ada yang enak.

Karena yang menurutmu baik untuknya, belum tentu baik untuk dirinya.


Sekarang, kalo kamu pernah merasa 'nggak enak' nya di bandingin terus sama orang lain, kayaknya udah saatnya kita ubah, kebiasaan buruk turun temurun itu.

Semoga kita semua dapat belajar dari apa yang telah terjadi, bahwa masa lalu dapat mempengaruhi masa depan kita nanti.


Selamat belajar, semoga kita dapat menjadi contoh terbaik untuk penerus kita kelak.




-catatansibogel-

Komentar