Menikmati luka

Udah nggak ada lagi yang perlu dikenang,
rasanya begitu banyak cerita yang harus dilupakan.

Aku siap,
Walaupun itu nggak mudah
Walaupun itu sakit.

Sakit banget rasanya untuk mengakhiri sesuatu yang bahkan nggak pernah dimulai.

Tapi lebih sakit lagi ketika kita merasa memiliki sendirian.
Dia yang nggak pernah benar - benar jadi milik kamu.
Bahkan mungkin nggak bisa dibilang memiliki,
mungkin kamu nya aja yang merasa berlebihan, seakan-akan memiliki dia, yang bahkan dia pun nggak pernah anggep kamu lebih dari sebatas teman.

Nggak gampang ngelupain semuanya, tapi lebih sakit lagi kalo semakin lama semakin dibiarin Rasa ini ada.

Kita emang nggak bisa milih untuk jatuh cinta sama siapa.
Kalo bisa milih, mungkin aku lebih milih jatuh cinta sama orang yang nggak aku kenal sama sekali dari awal.

Aku yang nggak pernah berharap apa-apa atas rasa ini,
Karena aku mencoba untuk tau diri, siapa aku ini?!

Rasanya nggak sebanding sama dia,
Aku tau diri Kalo aku emang nggak pernah pantes buat dia.
Andai aku cantik agar menjadi wanita yang kau cintai,
Namun aku lebih memilih menjadi diriku sendiri agar kelak mendapatkan dia yang menerimaku apa adanya. Dia yang entah siapa pun aku nggak tau.

Jatuh cinta sendirian emang nggak enak.
Tapi lebih nggak enak lagi kalo dia tau kamu punya rasa Sama dia, dan malah buat dia jauh.
Lebih baik mengagumi dari jauh, daripada buat dia ngejauh.

Ternyata prinsipku ada benarnya juga,
"Untuk tetap dekat dengan seseorang, tetaplah menjadi teman". Ku terapkan itu selama ini.

Karena aku yakin pertemanan antara perempuan dan laki-laki itu nggak ada yang murni, semoga kamu nggak terjebak didalamnya.


Aku senang mendengar kabar bahagia mu,
Selamat berbahagia, dengan dia pilihan mu,
Aku berdoa segala sesuatu yang terbaik buat kamu.


Tahun ini.
Tahun kedelapan.
Mungkin udah saatnya sekarang,
Untuk menjauh, untuk melupakan.
Terimakasih telah menjadi teman,
Yang aku cintai dalam diam.

Aku pamit, walau sakit.

-Aku-

Komentar