Apa yang lebih menyakitkan dari jatuh cinta pada sahabaku
sendiri?
Ia ada di dekatmu, dan kau selalu ada di dekatnya
Ia selalu ada untukmu, dan kau berusaha selalu ada untuknya
Ia galau, kau menghiburnya
Kau sedih, ia menghapusnya
Selama ini kau memendam perasaan itu,
Perasaan untuk orang yang hampir setiap hari kau temui
Orang yang seringkali duduk disampingmu
Orang yang selalu menjadi tempat ternyaman untuk menuangkan
semua cerita mu
Mungkin benar kata orang,
Persahabatan antar lawan
jenis itu rawan.
Salah satu memendam rasa.
Kalau bukan kau, ya dia.
Terkadang aku merasa jahat ketika jatuh cinta dengan
sahabatku sendiri.
Mungkin ia memang tulus untuk memandangku sebagai teman
dekatnya,
Namun, aku saja yang tidak tahu diri,
Mentang-mentang ia baik, lantas aku menjadi jatuh cinta
padanya.
Namun siapa yang dapat disalahkan ketika berada dalam posisi
seperti ini?
Toh, kita nggak bisa milih kita akan jatuh cinta dengan
siapa.
Kalau boleh aku memilih, aku ingin jatuh cinta dengan orang
lain yang belum aku kenal sebelumnya.
Mungkin tidak akan se-menyakitkan ini.
Apalagi ketika kau tau siapa wanita yang ia cintai
Dan mendengarkan cerita itu setiap saat.
Tidak mudah untuk pura-pura tidak sakit.
Toh kalaupun aku sakit, aku juga tak berhak.
Yakan?
Balik lagi ke pernyataan awal,
Namanya juga jatuh cinta, kita nggak pernah tau rasa itu
hadir untuk siapa
Komentar
Posting Komentar