Malam ini sepi, sunyi seperti malam-malam sebelumnya setelah
kau kehilangannya
Duniamu hampa tanpa ada lagi suara notifikasi yang selalu
mengganggu mu kala itu
Kau hanya dapat memandangi langit itu seorang diri
Hanya kamu, dan sesuatu yang ada dalam genggamanmu itu
Malam ini kau merenung lagi, dan lagi
Kau buka linimasa, terdapat ia yang sedang tersenyum bahagia
Dia dengan teman-teman barunya
Dia dengan lingkungan barunya
Dia dengan kesibukan barunya
Dan mungkin dia dengan kekasih barunya
Kemudian kau melihat teman-teman mu yang lain
Ada yang sudah mendapatkan pekerjaan yang layak, kuliah di
kampus ternama, pergi keluar kota bersama keluarga, menikmati hidup yang serba
mewah, dan lain sebagainya
Kemudian kau mengutuk dirimu sendiri..
Dasar bodoh!
Kalau saja waktu itu aku lebih menahan ego ku, mungkin aku
tak akan merasa se sepi ini
Kalau saja waktu itu aku lebih menghargainya, mungkin aku
tak akan kehilangannya
Kalau saja waktu itu aku lebih mempedulikannya, mungkin aku
akan tetap berada disisinya
Kalau saja aku memiliki keluarga kaya raya, pasti aku tidak
akan tinggal di gubuk derita
Kalau saja aku memiliki harta berlimpah, pasti aku bisa
menikmati hidup mewah
Kalau saja.......
Ah sudahlah!
Kau terus mengutuk dirimu sendiri, dan menyesali segala
sesuatu yang telah terjadi
Kau menyesali kepergiannya, dan ia telah bahagia dalam
hidupnya
Kau menyesali bahwa hidupmu, tak sebahagia seperti teman mu
yang lainnya
Dunia ini mungkin terasa tidak adil bagimu
Disaat-saat sulit seperti ini, justru kau lebih membutuhkan
seseorang yang selalu ada untukmu
Namun kenyataan berkata lain
Ia terlihat bahagia disana, dan kau semakin merasa terluka
Teman-temanmu sudah memiliki hidup yang mapan, dan kau makan
untuk hari ini saja masih kurang
Beberapa hal terkadang kita merasa bahwa Tuhan tak adil
Tuhan menguji mu begitu kuat, dan memberikan masalahmu
begitu besar
Namun, jika boleh aku mengatakan sesuatu, aku akan berkata
bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari masalahmu, rasa sakitmu, dan juga rasa kecewamu
dan satu yang harus kamu ingat, bahwa semua ujian disesuaikan dengan tingkat levelnya
Ketika kamu diuji dengan ujian yang begitu besar, maka levelmu
pun sudah cukup besar
Satu hal yang harus selalu kamu ingat, bahwa Tuhan
memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba Nya, jika kamu diberikan ujian
yang berat, itu tandanya kamu jauh lebih kuat!
Tidak mungkin seseorang memberikan soal tanpa ada kunci
jawaban
Semua akan selalu ada jalan keluarnya
Tugas kamu sekarang adalah kamu harus lebih menerima semua
keadaan
Teruntuk kamu yang sedang merasakan kehilangan sesuatu yang
amat berharga,
Teruntuk kamu yang merasa semua orang menjauh ketika kau
sedang membutuhkan mereka,
Teruntuk kamu yang merasa hidup ini tak adil
Ingatlah bahwa kau hanya kehilangan seseorang yang berharga,
tapi bersyukurnya kau tidak kehilangan diri mu sendiri
Karena menurutku, hal yang paling berharga yang tak pernah
pergi adalah diri kita senidiri
Mungkin kali ini kau hanya dapat memandanginya dari jauh,
dan hanya dapat menitipkan doa terbaik untuknya
semoga suatu hari nanti, kau akan mendapatkan seseorang yang
lebih baik darinya, dan semoga kau mulai sadar, bahwa rasa tertinggi dari
mencintai adalah merelakan ia pergi untuk mencapai semua mimpi-mimpi
Mungkin kali ini kau merasa lelah berjuang seorang diri
Semoga kelak kau mendapatan kehidupan yang jauh lebih layak
dari ini
Semoga atas kejadian ini kau belajar, bahwa semua akan
hilang jika tidak dijaga
Semua akan pergi jika tak dihargai
Dan segala sesuatu yang ada di dunia ini harus ada yang di
perjuangi
Ketika kamu sedang merasa seperti ini, ingatlah, bahwa aku
disini menemanimu
Memberikan doa terbaik untuk dirimu
Agar kelak, kau paham bahwa
Untuk dapat menghargai orang lain, kau harus menghargai
dirimu sendiri
Untuk dapat mencintai orang lain, kau harus mencintai diri
mu sendiri
Dan untuk dapat menjaga orang lain, kau harus menjaga lisan
mu sendiri
Karena terkadang seseorang pergi bukan karena ia tak lagi
peduli, namun karena hati yang tersakiti atas lisan mu sendiri
Selamat belajar menghargai dan selamat berjuang!
Ingatlah, kau adalah manusia-manusia pilihan!
-Aku-
Jakarta, 28 Juni 2019
Komentar
Posting Komentar