Teruntuk .....


Teruntuk tanpa nama, 
Aku ingin sedikit bercerita tentang sebuah kesendirian.
Pernahkah kau merasa sendiri dikala situasi seramai apapun di sekeliling mu?

Entahlah, aku rasa semua orang pasti pernah merasakan hal tersebut

Aku berjalan menyusuri sudut kota yang dihiasi kemacetan setiap harinya
Aku bertemu teman-teman dan berbincang hangat dengannya
Aku tertawa bahkan dalam hal sekecil apapun
Aku bercerita tentang apa yang telah aku alami, tentang cinta, persahabatan, cita-cita dan lain sebagainya
Aku memiliki teman yang  banyak, teman-teman yang hebat dan pantang menyerah. Bahkan tak jarang mereka lah salah satu motivasiku untuk tetap bertahan hidup
Aku memiliki sahabat yang selalu siap telinga untuk mendengarkan segala keluh kesahku
Dan aku memiliki keluarga yang tak pernah meninggalkanku dalam keadaan apapun aku, dan menerima semua kekuranganku

Lantas apa yang membuat aku merasa sepi, sendiri, dan terasa amat sunyi?
Padahal aku memiliki semua  yang ada...

Seketika semua terasa asing, meski aku berada dalam lingkungan yang aku kenal
Semua terasa jauh, meskipun tak ada satupun yang menjauhkanku

Kemudian aku berjalan tanpa tujuan, mencari sesuatu yang menurutku telah hilang
Menikmati kesunyian dalam sebuah  keramaian
Membeli sebuah makanan yang aku suka, untuk menemani diriku yang mungkin sedang terluka
Sembari menikmati sudut kemacetan ibu kota, aku melihat sebuah keluarga kecil yang hangat sedang duduk bersandar di samping gerobak yang tak lain menjadi tempat tinggalnya disetiap saat.

Ada sebuah senyuman kecil yang kulihat, tulus seperti malaikat tanpa sayap
Kuberikan makanan yang telah kubeli tadi, kemudian ia memeluk ku erat...
Sangat hangat....

Sesuatu yang telah lama tak pernah aku rasakan selama ini
Disana, ada airmata yang sangat kuat ku bendung...


“terimakasih banyak kakak” 
Dengan sebuah senyuman kecil yang menampakkan giginya yang menghitam,
Sebuah kalimat sederhana yang dapat meluluhkan hatiku dan menghancurkan sebuah kesendirianku.
Kemudian ia berlari, dan membuka sebungkus makanan itu.  dimakannya dengan lahap, dengan sebuah keluarga yang sangat hangat
Aku merasakan hangatnya keluarga kecil itu, dari senyuman tulus dan ikhlas, dari sebuah ucapan sederhana, dan dari mata  yang terpancar berbinar...


Kini aku sadar, yang aku butuhkan hanyalah sebuah rasa syukur, yang mungkin jarang aku rasakan..
Dan dengan sebuah kesederhanaan mampu membuat ku semakin sadar, bahwa kemewahan tidaklah berarti tanpa rasa syukur yang kita miliki...

Terimaksih dik, kamu membuat aku belajar untuk hari ini..

Bahwa semua yang kita miliki akan sangat berarti jika dibarengi oleh rasa syukur atas apapun  pemberian sang Illahi....

Jakarta, 18 desember 2018


Komentar

Posting Komentar