Sebuah Kepergian yang Berharga


Dari kepergian mu, aku belajar.
Bahwa diam memiliki begitu banyak arti,
Dan mungkin membisu jauh lebih baik daripada berkata-kata.
Karena ada luka yang tak bisa dilihat oleh mata, namun hanya rasa sakit yang dapat terasa

Dari kepergianmu aku belajar.
Bahwa cara terbaik menghukum orang atas kesalahannya yaitu dengan cara diam.
Karna pergi dalam diam akan lebih menyakitkan untuk siapapun itu.
Dan sekali kau di diamkan oleh orang lain, maka kamu bukan siapa-siapa lagi dalam hidupnya

Dari kepergianmu, aku belajar.
Bahwa setiap hati terdapat titik jenuhnya masing-masing.
Dan ketika titik jenuh itu sudah mencapai pada puncaknya, maka cara terbaik untuk meluapkannya dengan cara mengikhlaskan.

Dari kepergian mu, aku belajar.
Bahwa semua akan luntur tanpa sebuah kepastian.
Karna ketidakpastian itu ibarat kau seperti menaruh harapan disebuah layang-layang.
Kau memainkannya dengan gembira, dan aku terbang tinggi  bersama angin, namun entah bagaimana akhirnya.
Aku yang putus entah kemana. Terhempas begitu saja.
Atau aku akan turun dengan selamat, kembali kau simpan, untuk kau mainkan kelak.

Dari kepergianmu, aku belajar.
Menaruh harapan besar pada orang yang salah ibarat kau memberikan pedang kepada seorang anak kecil.
Sesuatu yang berguna, dapat dimanfaatkan oleh orang yang tak berhak untuk menerimanya.

Dari kepergianmu aku belajar. Bahwa  cara terbaik mencintai seseorang adalah dengan cara menjaga, bukan mengganti.
Menjaga diri dari cinta yang salah, menjaga diri dari cinta yang semu,
dan menjaga diri dari cinta yang tidak pasti.

Dari kepergianmu, aku belajar. 
Bahwa merawat dan memperbaiki itu sangatlah penting.
Merawat sebuah kepercayaan yang telah diberikan.
Dan memperbaiki diri agar kelak mendapatkan yang terbaik.


Karena tugas saya hanya memperbaiki diri agar dipertemukan dengan yang terbaik. Bukan hanya ingin menerima yang baik baik saja.


Bukan kah untuk masa depan, perlu dipersiapkan yang terbaik?


Sabtu, 12 November 2016 (07:53)

Komentar