Sepucuk Surat Rindu

Hati, kamu apakabar?
Aku harap kamu selalu dalam keadaan kuat..
Maaf aku terlalu lama mengabaikan mu

Tidak.. tidak.. bukan berarti aku melupakanmu..
Aku hanya ingin merasa lebih tenang
Karena aku terlalu lelah, jika terus menerus mendengar pertengkaran kau dengan otak ku..
Kau terus menjerit tentang arti rindu, sedangkan otak ku selalu berteriak untuk menggunakan akal sehatku..

Aku hanya ingin sedikit lebih tenang hati...
Beri aku waktu untuk menciptakan sepi, karna darisana lah aku banyak belajar untuk menjadi manusia yang lebih menghargai

Hati... tidak kah kamu lelah dengan semua tingkah  laku mu?
Kau selalu dan terus menerus teriak tentang arti rindu, padahal dirinya pun tidak peduli akan kerinduan itu..

Hati.. bolehkan aku meminta sedikit waktumu?
Agar kau lebih tenang dan sedikit memberi celah akan kerinduanmu itu.
Rindupun akan muak jika terus kau ganggu..

Hati.. bisa kah kau kecilkan sedikit teriakmu tentang kerinduan itu?
Berilah istirahat sejenak untuk dirimu hati...
Aku tak ingin semua menjadi rusak hanya karna kau sakit

Hati... dengarkan diriku baik-baik
Jika dialah hatimu, maka kau tidak perlu untuk selalu meneriaki apa arti rindu
Karna jika dialah hatimu, maka hanya dengan menatapmu, kerinduan itu dapat ia rasakan..

Karna pada dasarnya, hubungan itu dilakukan oleh dua insan yang sama sama berjuang dan sama sama merasakan.
Lalu apa nama lain dari perjuangan mu yang sendirian itu?

Sekarang hati...
Sekali lagi dengar pintaku
Istirahatkanlah dirimu untuk sesuatu yang baru, yang pantas memiliki mu, yang  berjuang bersama mu, dan yang merasakan hal yang sama dengan dirimu..

Obatilah luka di sekujur tubuhmu..
Pulihkan dirimu dan berdamailah dengan dirimu sendiri..
Bahagiakan dirimu, maka kau akan bisa untuk membahagiakan yang lain..
Dan kebahagiaan yang sesungguhnya itu akan datang di hari yang bahagia..

Kau tau hati?
Rindu itu sesungguhnya buta, tuli dan bisu. Seberapapun kau teriak  akan kerinduan itu. 
Ia tetap tidak dapat merasakan mu hati...
Karna rindu itu bukan milikmu. Tapi milik yang lain..
Jika rindu itu milik mu, sejauh apapun kerinduan itu berada, ia akan tetap sampai dan dapat dirasakan satu sama lain..
Rindu itu luas dan tak bertepi..
Tenangkan dirimu dan nikmati kerinduan itu dengan sunyi..

Sematkan doa-doa terbaik kepada sang Khalik..
Maka kerinduan itu akan sampai kepada sang pemilik...

-Dari aku sang penikmat rindu-

Komentar

Posting Komentar