Sang pembawa kabar


Ada sedikit sesak di dada begitu mendegar kabar bahagia mu.

Bukan aku tak ikut bahagia akan hal itu

Bukan pula aku ingin merebut bahkan menghancurkan kebahagiaan mu itu

Yang tidak aku habis pikir adalah bagaimana kau secepat itu menghilang lalu kembali dengan membawa sebuah kabar bahagia bahwa kau telah bersamanya sekarang

Kau yakin kau benar benar bahagia?

Atau bahkan kau menutupi kesedihan mu dengan sebuah kebahagiaan yang entah, akupun yakin bahwa bahagia mu bukanlah dia.



Satu pesan dari lubuk hati ku.

Tolong perlakukan dia dengan baik, sebaik kau memperlakukannya kepadaku.

Namun jangan pernah engkau tinggalkan dia tanpa sebuah kepastian.

Karna yg terberat adalah menunggu kapan hati ini benar-benar ikhlas atas kepergian siapapun yang tak ingin ia kehendaki.


-Dari aku untuk sang pembawa kabar bahagia-


Komentar