Tak ada gunanya mempertahankan sesuatu yang sama sekali tak berniat untuk bertahan.
Untuk apa memperjuangkan seseorang yang terlihat semakin menjauh?
Seseorang yang sejatinya tak mau peduli apa arti hadirnya dirimu.
Dia yang hanya ingin bermain-main, sementara kau serius?
Bagai ikan yang sedang berenang-renang dilautan luas dan ingin kau ajak berbincang.
Beberapa orang datang, bukan untuk melengkapi.
Bukan untuk menetap dan menjadikan kuat.
Tapi..
Ia hanya datang sekadar singgah.
Lalu?
Semua menjadi kenangan yang membuat sebuah karang besar terkikis.
Dia.
Yang tak bersedia untuk saling memperjuangkan,
tak layak untuk dijadikan sebuah kenangan.
Dan sekarang,
Aku sadar, kau hanyalah sebuah ilusi dari portal dimensiku yang merambah menjadi nyata,
Yang memberikan setitik warna dalam hidup,
dan,
mengajari arti dari sebuah kata bertahan.
Karena, yang terbaik bukanlah dengan mengganti yang baru.
Namun tak lain, saling memperbaiki.
Untuk apa memperjuangkan seseorang yang terlihat semakin menjauh?
Seseorang yang sejatinya tak mau peduli apa arti hadirnya dirimu.
Dia yang hanya ingin bermain-main, sementara kau serius?
Bagai ikan yang sedang berenang-renang dilautan luas dan ingin kau ajak berbincang.
Beberapa orang datang, bukan untuk melengkapi.
Bukan untuk menetap dan menjadikan kuat.
Tapi..
Ia hanya datang sekadar singgah.
Lalu?
Semua menjadi kenangan yang membuat sebuah karang besar terkikis.
Dia.
Yang tak bersedia untuk saling memperjuangkan,
tak layak untuk dijadikan sebuah kenangan.
Dan sekarang,
Aku sadar, kau hanyalah sebuah ilusi dari portal dimensiku yang merambah menjadi nyata,
Yang memberikan setitik warna dalam hidup,
dan,
mengajari arti dari sebuah kata bertahan.
Karena, yang terbaik bukanlah dengan mengganti yang baru.
Namun tak lain, saling memperbaiki.
Komentar
Posting Komentar