Jutaan
kata yang ingin ku keluarkan dari mulutku kian membeku seakan semua yang akan
ku lakukan bagaikan berusaha utuk menghentikan hujan yang turun.
Sia-sia
belaka.
Bagaimana
mungkin aku dapat melawan takdir Tuhan ku?
Aku
hanya dapat menjalani semua skenario yang telah dibuat Nya, dengan memainkan
peranku sebaik mungkin.
Kini
aku sadar, membisu lebih baik dari pada berkata-kata. Karna ada luka yang tak
dapat dilihat oleh mata, namun sakitnya berasa.
Aku
sadar kamu hanyalah sebuah bayang semu bagiku
Bayangan
yang selalu berjalan di depan atau dibelakangku,
tetapi
tak pernah beriringan dengan ku
Bayangan
yang tak pernah dapat ku genggam
Bayangan
yang tak pernah menjadi nyata
Bayang
yang selalu mengikutiku
Kamu
adalah imajinasi terindah ku
Entah
sampai kapan aku harus jatuh cinta dengan imajinasi ku sendiri
Sesuatu
yang tak nampak oleh mata, namun mampu membuat hatiku bergejolak
Komentar
Posting Komentar