Aku dan pundak ku



Pundak ku telah menerima berbagai macam  tetesan air mata
Menopang sebuah masalah yang menerka
Masalah yang bahkan akupun belum tentu sanggup untuk menyelesaikannya
Aku menerimanya demi mereka agar bahagia


Aku yang selalu
Menopang meski tertusuk
Menegarkan meski rapuh
Memberi meski diacuhkan
Menasihati meski terabaikan


Biarlah seperti itu
Karna ku sadar ketika mereka membutuhkan pundak ku, mereka akan kembali kepadaku
Sampai akhirnya mereka sadar bahwa pundaku tak sekokoh yang mereka fikirkan


Bukan kah hidup perihal melupakan dan dilupakan
Memberi atau diberi
Dan datang ketika mereka membutuhkan?


Tak apa,
biarlah berjalan seperti itu
Tak peduli seberapa sering kau di singgahi oleh orang-orang yang datang hanya ketika ia sedang membutuhkan mu
Tak peduli seberapa sering kau di acuhkan ketika mereka sedang bahagia dengan dunianya

Yang kau ingat hanya satu.

Jangan pernah  menjadi lelah untuk berbuat baik.

Sebab Tuhan tak pernah  meminta imbalan atas semua kebaikan yang telah ia berikan kepada mu.


Komentar