Ruangan Hati


Kalau hati ini ibarat sebuah ruangan dan kebahagiaan itu ibarat sebuah lampu yang meneranginya, Jadi seperti ini.
Kamu datang dan menyalakan lampu ruangan itu dan kamu pergi begitu saja tanpa menutup pintu dan mematikan lampu, sehingga menarik perhatian orang lain untuk datang.

Tetapi aku bingung membolehkan orang lain datang ke ruangan itu atau tidak, karena di ruangan itu hanya cukup untuk satu orang saja.
Aku takut kalau nanti aku biarkan orang lain masuk dan tiba-tiba kamu kembali, aku tak mungkin semudah itu untuk mengusir orang lain pergi.
Tapi aku pun bingung, mau sampai kapan ruangan itu selalu kosong dengan pintu yang terbuka lebar dan lampu yang menyala, sehingga mengundang orang lain untuk tertarik datang ke dalam ruangan itu, aku bingung kamu akan kembali lagi ke ruangan itu atau tidak.
Karna kamu pergi tanpa pamit sepatah katapun dan membuka pintu ruangan itu lebar-lebar.

Kamu itu kemana?


Apakah kamu sedang berkelana mencari ruang lain yang lebih nyaman sehingga kamu lupa untuk kembali ke ruangan itu, atau kamu tersesat di ruang lain sehingga kamu tidak bisa kembali pulang?


Atau mungkin kamu hanya menganggap ruangan itu seperti tempat persinggahan mu sementara?



Kamu benar-benar membuatku bingung dan terus membuka pintu ruangan itu dengan lampu yang menyala.

Yang ku inginkan sekarang hanya satu, tolong kembali keruangan itu, padamkan lampu dan tutup pintu untuk orang lain berikutnya yang akan singgah.

Jika kamu ingin pergi untuk selamanya, biarkan kunci pintu itu kau gantung agar orang lain lebih mudah untuk masuk, dan jika kau hanya pergi sementara dan akan kembali ke ruangan itu, kamu boleh membawa kunci itu kemanapun kau pergi agar kau lebih mudah untuk masuk kembali keruangan itu.


Jangan seperti ini,
kau  biarkan lampu menyala dan membuka pintunya lebar-lebar tanpa kau kasih suatu kepastian, kau akan kembali atau tidak.

Karna kau telah membuang-buang energi yang ada di ruangan itu, hingga lampu itu padam dan tidak mudah untuk digantikan dengan lampu yg lain, sehingga ruangan itu menjadi ruang gelap yang berdebu, sehingga, hanya seseorang yang  benar-benar tulus lah yang bersedia untuk menata ulang ruangan itu seperti semula.


Komentar